Sonet
Aku tidak mencintaimu jika kau mawar
yang pahit, atau kemboja
Atau anak panah yang meluncur dengan
api yang padam
Aku mencintaimu sebagai sesuatu yang
samar-samar dicintai
Rahasia, yg tergeletak antara jiwa dan
bayang-bayangnya
Aku mencintaimu sebagai tumbuhan yang
tak kunjung dewasa
Agar selalu memancarkan cintanya
melalui daun-daun yang membara
Aku mencintaimu begitu saja, tanpa
pertimbangan dan keangkuhan
Aku mencintaimu karena kaulah jalan
hidupku
Beginilah cinta, kapan dan dimanapun
Jika kau katupkan lenganmu di dadaku,
jadilah itu lenganku
Dan jika kau katupkan matamu, aku pun
ikut bermimpi